Kartika gandeng Zhejiang bangun pabrik nikel US$50 juta Kamis, 22 Mei 2008Oleh Yusuf Waluyo Jati & Rudi Ariffianto
Bisnis Indonesia
Jakarta: PT Kartika Selabumi Mining (KSM) Group menggandeng Zhejiang Hua Guang Smelting Group Ltd membangun pengolahan (smelter) nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara, berkapasitas 3.500 ton feronikel per tahun dengan investasi sekitar US$50 juta.
Manajemen kedua perusahaan tersebut menandatangani nota kesepahaman di Jakarta kemarin.
Dirjen industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian Ansari Bukhari yang hadir dalam penandatanganan MoU itu mengatakan pemerintah sangat mendukung rencana pembangunan pabrik pengolahan nikel tersebut.
Pemerintah juga akan mengundang investor lainnya yang ingin mendirikan pabrik pengolahan nikel di Indonesia. "Kami akan memberi berbagai insentif melalui PP No.1/2007 berupa insentif perpajakan yang cukup kompetitif," kata Ansari
Dia menjelaskan keberadaan industri pengolahan nikel di Indonesia memang memiliki peluang yang sangat bagus karena Indonesia memiliki potensi sumber daya alam berupa cadangan bijih nikel sebesar 3,2 miliar ton atau sekitar 5% dari cadangan nikel dunia.
Selain itu, pelaku di industri ini juga masih sangat terbatas karena saat ini Indonesia hanya memiliki dua perusahaan pengolahan nikel yakni PT. Aneka Tambang Tbk (Antam) dan PT Inco.
Sementara itu, Direktur Operasi KSM Grup Handoko Tjandra mengatakan kedua perusahaan berbagi saham 51% untuk KSM dan 49% untuk Zhejiang. Menurut dia, proses konstruksi smelter tersebut akan dimulai pada 2009 dan bisa beroperasi pada 2012.
"Tim China sudah ada di Konawe kurang lebih sebulan untuk melakukan studi kelayakan. Konstruksi mungkin tahun depan," katanya kemarin.
Menurut dia, kapasitas produksinya untuk tahap pertama 3.500 ton feronikel per tahun dan ditargetkan akan mencapai kapasitas maksimum level 10.000 ton per tahun dalam beberapa tahun kemudian.
|